20 Desember 2009

Periode: Belajar, untuk diriku dan untukmu kawan

Teruslah belajar...
Melatih lisan untuk senantiasa bersyukur
Melatih hati untuk senantiasa berdzikir

Melatih fikir untuk selalu tafakur

***

10 Desember 2009

Periode: Mengejar Mimpi


Memang tak mudah untuk mengejar mimpi

Bila keteguhan tak ada di jiwa

Tetap tersenyum dan berdo’a

Kepada-Nya

Setinggi apa cita dan mimpimu

Yakinlah jika kau bisa meraih

Dunia menunggu suara

Kemenanganmu

Jelajahi keindahan yang menjelma di hidupmu

Suara hati senantiasa kan berbunyi

Jadikan semangat

Tuk bermimpi

***


07 Desember 2009

Rindu


Kawan, pernahkah kau merasa tak berarti? Merasa kecil tak berdaya? Di hadapan-NYA, terpekur tak bisa berkata apa. Hanya hati yang terus bicara. Tapi tetap yakin bahwa Dia, Sang Maha, pasti mendengarnya.


Pernahkah kau merasa rindu?

Sebuah kerinduan tak berbatas. Rindu yang mendalam. Sebuah kerinduan yang begitu kuat, menyusup dalam relung hati yang belum pernah kau rasakan sepanjang usia. Sebuah kerinduan untuk selalu berada disisi-NYA. Selalu berharap jangan pernah jauh dari-NYA.


Dan pernahkah kau merasa luka?

Luka perih menganga. Saat teringat kembali bahwa ternyata dirimu masih saja sering lupa. Terlena dengan waktu dan sibuknya dunia.


Pernahkah kau merasakannya kawan?

Begitu perih, lebih perih dari pada cerita kawan yang ditinggal kekasih. Begitu sakit, lebih sakit dari pada cerita kawan yang terpisah dari sahabat. Hingga air mata terus berlinang, menyadari bahwa diri ini tak ada daya, tak ada apa-apa di banding kuasa-NYA. Tak berarti apa-apa di hadapan-NYA.


Pernahkah kau merasakannya kawan?

Sebuah kerinduan mendalam untuk selalu berada di dekat-NYA.


03 Desember 2009

Jangan Mengeluh


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


*untuk diri sendiri*

Sudahlah...
Jangan mengeluh, jangan mengeluh lagi
Tak boleh mengeluh, tak boleh lagi

---Keep Spirit ya---

"senyum"


Peristiwa Subuh


Tabuh Berbunyi Gemparkan Alam Sunyi
Berkumandang Suara Adzan
Mengayun Memecah Sunyi
Selang Seling Sahutan Ayam

Tapi Insan Kalaupun Ada Hanya
Mata Yang Celik Dipejam Lagi
Hatinya Penuh Benci
Berdengkurlah Kembali
Begitulah Peristiwa Di Subuh Hari
Suara Insan Di Alam Mimpi

Ayuh Bangunlah
Tunaikan Perintah Allah
Bersujud Mengharap Keampunan-NYA
Bersyukurlah, Bangkitlah Segera
Moga Mendapat Keridhoan-NYA
Begitulah Peristiwa di Subuh Hari
Setiap Pagi Setiap Hari

***

01 Desember 2009

Cerita Pagi: 01 Desember


Tahukah kawan? Pelajaran berharga tidak saja datang dari buku, tidaklah hanya dari memerhatikan guru, tidak juga hanya dengan mengerjakan PR dan tugas-tugas yang menumpuk itu.

Tapi pelajaran yang berharga ada di sekitarmu, di sekitarku, di sekitar kita. Ya, pelajaran tentang kehidupan. Belajar dari pengalaman, menggali wawasan dan pengetahuan, dari teman, sahabat, kerabat bahkan dari orang-orang yang belum pernah kita kenal sekalipun.

Dan kau tahu kawan? Pelajaran yang lebih berharga adalah belajar dari kesalahan, belajar dari kekhilafan. Cukuplah Allah saja yang tahu bahwa dirimu, diriku selalu berusaha memperbaiki diri dan hati. Sampai tiba masanya nanti saat kita kembali. Entah itu esok, lusa, atau hari ini.

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang senantiasa memanfaatkan waktu, menggali ilmu. Hasbunallah wani’mal wakil.. cukuplah Allah sebagai penolong.

***

24 November 2009

Begitu Berharganya Buku


Kau tahu? saat jemariku membuka lembaran demi lembaran buku, tak ada yang bisa mengalahkan rasaku. Semakin hari semakin merasa haus mereguk ilmu.
Begitu banyak cerita dan beribu asa. Begitu bebas tak berbatas menatap dunia.


Katakan: Aku suka bersama buku ^_^

***

17 November 2009

Nyanyian Hujan Jingga


Saat warna keemasan itu merebak

di satu sudut ruang,
sebuah nyanyian lepas tanpa beban
di kala hujan.

***

08 November 2009

Menemukan Jalan


Sampai akhirnya menemukan jalan terang

Untuk keluar dari gelap yang tak berkesudahan

Lelah...
Kadang teramat lelah
Tapi tak boleh menyerah, tak ingin menyerah

Hanya ingin keluar dari sini
Menjauh dari sini

Hanya ingin terang
dan meninggalkan gelap

Gelap yang tak berkesudahan, Cukup sampai di sini



02 November 2009

Untukmu Kawan

"Tak perlu dengar kata mereka, teruslah berjalan"


Yang terpikir di benak mereka
hanyalah mencari tempat yang aman.
Aman dari rasa cemas,
aman dari rasa takut,
aman dari rasa dicemoohkan.
Apakah itu di ruang hatimu,
ruang di hatiku,
atau ruang kosong tak bertuan.
Sebenarnya mereka hanyalah korban,
korban dari ketidak berdayaan.
Atau memang
goresan tangan dari jalan kehidupannya yang demikian.
***

Bagi yang berusaha bangkit,
aku yakin mereka punya keberanian yang luar biasa.
Mereka punya semangat yang tiada bandingnya.
Tapi bagi mereka yang terus merasa terpuruk
tanpa berbuat apa-apa,
tanpa mencoba berdiri tegak,
kembali menampakkan muka,
mereka hanya akan menjadi sia-sia,
dan akan terus terpuruk,
tenggelam dalam luka.
***

Marilah bangkit kawan,
kamu tak sendirian. Masih ada aku.
Aku sama sepertimu. Ayolah kita kembali berjalan,
beriringan menapaki kehidupan.
Jangan hanya diam di situ.
Tersungkur dalam ketidakberdayaanmu.
Ayolah kita mulai melangkah.
Setidaknya kita sudah mencoba kembali berdiri tegak,
untuk tetap berjalan dan terus berusaha tegar.
***

29 Oktober 2009

Duo simas dari negeri jiran

Minggu, 26 Oktober 2009

Nah, jadi gini. Hari itu dengan sangat tergesa-gesa aku berjalan cepat meninggalkan kelas kuliahku. Padahal baru saja mengikuti ujian mid dan masih ada 3 materi lagi yang belum kelar. Tapi mendadak si boss nyuruh balik ke kantor. Kata si boss "Harus hari ini juga". Yah.. taulah kalau si boss udah berkata "harus". Sebagai bawahan yang merasa gak enak untuk bilang gak bisa, tepatnya gak bisa bilang gak bisa, tepatnya lagi gak diberi kesempatan untuk bilang gak bisa, akhirnya aku tinggalkan juga kampus tercinta itu. Tempat dimana aku bisa bergelak tawa sejenak, mengedarkan pandangan dan sedikit meringankan pikiran. Maklum sudah 5 hari dalam seminggu berkutat dengan mouse di tangan kanan, Keyboard di tangan kiri dan monitor di hadapan.

Cepat-cepat nyari angkot yang lajunya super kilat. Stopp!!! berhenti depan stasiun, mataku kembali perhatikan bus yang super ngebut menuju kota kecilku. Berhasil melaju dengan mulus, Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Buru2 nyari warung nasi. Sumatera tengah udah gak tahan minta isi.

Satu suap, dua suap telah dilahap. Akhirnya "bisa tolong dibungkus bu?" nasinya gak habis, sayang kalo dibuang, hehehe...

Beberapa saat sebelum bayar, krasak krusuk nyari dompet. Taruhnya dimana ya?
Masuklah dua orang tak dikenal. Yang punya warung nanya "Mau makan apa mas?" duo si mas bengong, lalu saling berpandangan "Minum ade?" Yang punya warung nanya lagi "Mau minum apa? kopi, susu, atau teh, teh poci juga ada?" eh, si mas bengong lagi "???" liat simas bengong, yang punya warung juga ikutan bengong. Wah komunikasi yang gak lancar. Baru ketahuan ternyata duo simas dari negeri jiran.

Dompet akhirnya ketemu, begitu bayar langsung tancap nyari ojek. Lucu juga liat kejadian tadi, aku jadi senyum sendiri. Duo si mas gak jadi minum. Di suruh yang punya warung ke kedai kopi sebelah. Duh.. kasian juga sih. Sebenarnya aku mau jadi trasletter, tapi lagi diburu waktu, jadi nggak keburu. halah..


Kamis, 29 Oktober 2009

Hari ini pulang di jam istirahat, biasanya, kadang2 bawa bekal biar hemat. Tapi tadi pagi gak sempat. :)

liat mobil nangkring depan rumah, bertepatan di depan sekolah, jadi mobilnya di tengah2. Kirain yang punya mobil mau ke rumah eh ternyata ke sekolah.. hehehe..

Selesai istirahat sejenak, bersiap lagi balik tempat kerja. Nyampe halaman depan, rupanya yang punya mobil dan semua tumpangannya mau balik juga. Penasaran dikit, siapa sih mereka? Lho!!! bukannya itu duo simas yang gak jadi minum kemaren. hehehe... aku gak bisa nahan ketawa. Si duo simas juga. Ternyata mereka para relawan dari negeri jiran yang ngasih pelajaran buat anak2 sekolahan. Wah, makasih banget mas. ^_^








14 Oktober 2009

Ketika Dia Menyapa



Lalu, ketika Dia menyapa
Takkan ada yang mampu mengelak
, bahkan untuk menghindar
Tak lagi menatap-Nya pun tak kan mampu
Hati akan selalu tertuju pada-Nya
Terus menatap-Nya, Selalu mengingat-Ny
Dimanapun, kapanpun
dan di dalam hati akan terbersit rasa
Untuk selalu mencintai-Nya


***

07 Oktober 2009

Tulisan Seorang Awam


Aku hanya seorang yang awam. Bagi sebagian orang, menulis mungkin akan menjadi hal yang menyenangkan, sebagian lagi mungkin menganggap biasa saja, atau bahkan berpikiran untuk apa menulis, jalani saja realita. Dulu aku menganggap menulis itu g’ ada gunanya. Hanya ditemani dengan khayalan atau ide-ide yang tak tentu ujung pangkalnya. Menghabiskan waktuku saja. Tapi sekarang, aku mungkin akan tertarik untuk menjadi yang pertama. Menulis menjadi hal yang menyenangkan. Walaupun aku adalah seorang awam, aku ingin terus mencari dan menggali pengetahuan, pengalaman untuk sebuah pelajaran. Tidak perlu aku menjadi seperti mereka, karena aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku ingin belajar dan terus belajar untuk bisa. Mencari sebuah pelajaran untuk diriku sendiri, menggali pengalaman untuk diriku sendiri. Untuk kemudian aku bisa terus belajar memperbaiki diri dan hati. Setelah itu aku akan berbagi..

Kemaren adalah sejarah, besok adalah misteri, hari ini adalah anugerah. Banyak kata dan ucapan tentang kehidupan, sebagai penyemangat untuk menumbuhkan harapan. Aku pernah melihat di pinggir jalan saat aku melongokkan kepala dari jendela salah satu gerbong yang berasap itu “Hambatan bukan halangan untuk meraih impian”. Hambatan atau kesusahan ya? Ah.. pokoknya begitulah, intinya sama, bahwa tak ada satupun rintangan yang menjadi penghambat untuk meraih kesuksesan, meraih impian. Tapi yang pasti setiap orang menjalani kehidupannya masing-masing. Kisah hidupnya masing-masing. Cerita hidupnya masing-masing dengan impiannya masing-masing. Jangan pernah menyerah!!!

Berkhayal jadi peri mungkin adalah khayalan masa kecil yang menjadi hiasan mimpi seorang anak kecil ketika tidurnya. Berkhayal jadi presiden mungkin adalah salah satu khayalan atau bisa jadi impian seseorang. Entahlah.. terkadang lucu, mengingat ketika aku masih duduk di taman kanak-kanak. Saat guru menanyakan, nanti kamu mau jadi apa? Semua dengan semangat memberikan jawaban. Jawabannya banyak.. khayalan, impian maupun angan. Semuanya berharap akan menjadi suatu kenyataan. Suatu kenyataan di masa depan.

Dan sekarang, inilah realitanya.. aku baru sadar ternyata angan, khayalan dan impian kadang tidak seperti yang diharapkan. Tapi temanku pernah bilang “Jangan pernah berhenti bermimpi” karena dengan bermimpi kamu akan terus kuat, menjadi bersemangat dalam melangkah menggapainya untuk kemudian berlari meraihnya. Bersyukur bagi mereka yang melalui hidup dengan mudah. Dan bersyukur pula bagi mereka yang menjalani hidup dengan susah. Karena pasti ada suatu pelajaran dan hikmah dibalik semua kisah. Jangan pernah menjadikan kesusahan sebagai beban. Jangan pula merasa di atas angin ketika mendapat kemudahan.

Perjalanan panjang di hari esok tak ada seorang pun yang tau. Atau cukup sampai disini, karena kemudian mati. Aku pernah membaca. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok, bahkan 1 detik kemudian.. Hidup memang penuh misteri. Terkadang hari ini bisa jadi hari yang paling menyenangkan, atau menjadi hari yang paling menyebalkan Atau bahkan tak ada yang merasakan keistimewaan hari ini karena semua berjalan datar dan hambar.

Tapi tak bisa dipungkiri bahwa manusia itu pelupa. Kadang lupa untuk bersyukur bahwa hari ini masih diberi kesempatan. Lupa untuk bersyukur bahwa hari ini masih ada jalan untuk mengejar mimpi dan harapan. Apakah aku juga??

Jawabnya Ya. Aku juga. Kadang lupa untuk bersyukur.. menyesali sesuatu yang seharusnya tak perlu disesali. Terkadang mencari kambing hitam untuk menyalahkan keadaan yang tak perlu disalahkan. Maafkan aku.. karena memang aku bukan orang yang sempurna. Maafkan aku..

Aku hanyalah seorang awam, masih harus banyak belajar. Bantulah aku teman.. bimbinglah aku Tuhan..

Karena memang, aku hanyalah seorang awam dan masih harus banyak belajar..



29 Juni 2009