29 Oktober 2009

Duo simas dari negeri jiran

Minggu, 26 Oktober 2009

Nah, jadi gini. Hari itu dengan sangat tergesa-gesa aku berjalan cepat meninggalkan kelas kuliahku. Padahal baru saja mengikuti ujian mid dan masih ada 3 materi lagi yang belum kelar. Tapi mendadak si boss nyuruh balik ke kantor. Kata si boss "Harus hari ini juga". Yah.. taulah kalau si boss udah berkata "harus". Sebagai bawahan yang merasa gak enak untuk bilang gak bisa, tepatnya gak bisa bilang gak bisa, tepatnya lagi gak diberi kesempatan untuk bilang gak bisa, akhirnya aku tinggalkan juga kampus tercinta itu. Tempat dimana aku bisa bergelak tawa sejenak, mengedarkan pandangan dan sedikit meringankan pikiran. Maklum sudah 5 hari dalam seminggu berkutat dengan mouse di tangan kanan, Keyboard di tangan kiri dan monitor di hadapan.

Cepat-cepat nyari angkot yang lajunya super kilat. Stopp!!! berhenti depan stasiun, mataku kembali perhatikan bus yang super ngebut menuju kota kecilku. Berhasil melaju dengan mulus, Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Buru2 nyari warung nasi. Sumatera tengah udah gak tahan minta isi.

Satu suap, dua suap telah dilahap. Akhirnya "bisa tolong dibungkus bu?" nasinya gak habis, sayang kalo dibuang, hehehe...

Beberapa saat sebelum bayar, krasak krusuk nyari dompet. Taruhnya dimana ya?
Masuklah dua orang tak dikenal. Yang punya warung nanya "Mau makan apa mas?" duo si mas bengong, lalu saling berpandangan "Minum ade?" Yang punya warung nanya lagi "Mau minum apa? kopi, susu, atau teh, teh poci juga ada?" eh, si mas bengong lagi "???" liat simas bengong, yang punya warung juga ikutan bengong. Wah komunikasi yang gak lancar. Baru ketahuan ternyata duo simas dari negeri jiran.

Dompet akhirnya ketemu, begitu bayar langsung tancap nyari ojek. Lucu juga liat kejadian tadi, aku jadi senyum sendiri. Duo si mas gak jadi minum. Di suruh yang punya warung ke kedai kopi sebelah. Duh.. kasian juga sih. Sebenarnya aku mau jadi trasletter, tapi lagi diburu waktu, jadi nggak keburu. halah..


Kamis, 29 Oktober 2009

Hari ini pulang di jam istirahat, biasanya, kadang2 bawa bekal biar hemat. Tapi tadi pagi gak sempat. :)

liat mobil nangkring depan rumah, bertepatan di depan sekolah, jadi mobilnya di tengah2. Kirain yang punya mobil mau ke rumah eh ternyata ke sekolah.. hehehe..

Selesai istirahat sejenak, bersiap lagi balik tempat kerja. Nyampe halaman depan, rupanya yang punya mobil dan semua tumpangannya mau balik juga. Penasaran dikit, siapa sih mereka? Lho!!! bukannya itu duo simas yang gak jadi minum kemaren. hehehe... aku gak bisa nahan ketawa. Si duo simas juga. Ternyata mereka para relawan dari negeri jiran yang ngasih pelajaran buat anak2 sekolahan. Wah, makasih banget mas. ^_^








14 Oktober 2009

Ketika Dia Menyapa



Lalu, ketika Dia menyapa
Takkan ada yang mampu mengelak
, bahkan untuk menghindar
Tak lagi menatap-Nya pun tak kan mampu
Hati akan selalu tertuju pada-Nya
Terus menatap-Nya, Selalu mengingat-Ny
Dimanapun, kapanpun
dan di dalam hati akan terbersit rasa
Untuk selalu mencintai-Nya


***

07 Oktober 2009

Tulisan Seorang Awam


Aku hanya seorang yang awam. Bagi sebagian orang, menulis mungkin akan menjadi hal yang menyenangkan, sebagian lagi mungkin menganggap biasa saja, atau bahkan berpikiran untuk apa menulis, jalani saja realita. Dulu aku menganggap menulis itu g’ ada gunanya. Hanya ditemani dengan khayalan atau ide-ide yang tak tentu ujung pangkalnya. Menghabiskan waktuku saja. Tapi sekarang, aku mungkin akan tertarik untuk menjadi yang pertama. Menulis menjadi hal yang menyenangkan. Walaupun aku adalah seorang awam, aku ingin terus mencari dan menggali pengetahuan, pengalaman untuk sebuah pelajaran. Tidak perlu aku menjadi seperti mereka, karena aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku ingin belajar dan terus belajar untuk bisa. Mencari sebuah pelajaran untuk diriku sendiri, menggali pengalaman untuk diriku sendiri. Untuk kemudian aku bisa terus belajar memperbaiki diri dan hati. Setelah itu aku akan berbagi..

Kemaren adalah sejarah, besok adalah misteri, hari ini adalah anugerah. Banyak kata dan ucapan tentang kehidupan, sebagai penyemangat untuk menumbuhkan harapan. Aku pernah melihat di pinggir jalan saat aku melongokkan kepala dari jendela salah satu gerbong yang berasap itu “Hambatan bukan halangan untuk meraih impian”. Hambatan atau kesusahan ya? Ah.. pokoknya begitulah, intinya sama, bahwa tak ada satupun rintangan yang menjadi penghambat untuk meraih kesuksesan, meraih impian. Tapi yang pasti setiap orang menjalani kehidupannya masing-masing. Kisah hidupnya masing-masing. Cerita hidupnya masing-masing dengan impiannya masing-masing. Jangan pernah menyerah!!!

Berkhayal jadi peri mungkin adalah khayalan masa kecil yang menjadi hiasan mimpi seorang anak kecil ketika tidurnya. Berkhayal jadi presiden mungkin adalah salah satu khayalan atau bisa jadi impian seseorang. Entahlah.. terkadang lucu, mengingat ketika aku masih duduk di taman kanak-kanak. Saat guru menanyakan, nanti kamu mau jadi apa? Semua dengan semangat memberikan jawaban. Jawabannya banyak.. khayalan, impian maupun angan. Semuanya berharap akan menjadi suatu kenyataan. Suatu kenyataan di masa depan.

Dan sekarang, inilah realitanya.. aku baru sadar ternyata angan, khayalan dan impian kadang tidak seperti yang diharapkan. Tapi temanku pernah bilang “Jangan pernah berhenti bermimpi” karena dengan bermimpi kamu akan terus kuat, menjadi bersemangat dalam melangkah menggapainya untuk kemudian berlari meraihnya. Bersyukur bagi mereka yang melalui hidup dengan mudah. Dan bersyukur pula bagi mereka yang menjalani hidup dengan susah. Karena pasti ada suatu pelajaran dan hikmah dibalik semua kisah. Jangan pernah menjadikan kesusahan sebagai beban. Jangan pula merasa di atas angin ketika mendapat kemudahan.

Perjalanan panjang di hari esok tak ada seorang pun yang tau. Atau cukup sampai disini, karena kemudian mati. Aku pernah membaca. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok, bahkan 1 detik kemudian.. Hidup memang penuh misteri. Terkadang hari ini bisa jadi hari yang paling menyenangkan, atau menjadi hari yang paling menyebalkan Atau bahkan tak ada yang merasakan keistimewaan hari ini karena semua berjalan datar dan hambar.

Tapi tak bisa dipungkiri bahwa manusia itu pelupa. Kadang lupa untuk bersyukur bahwa hari ini masih diberi kesempatan. Lupa untuk bersyukur bahwa hari ini masih ada jalan untuk mengejar mimpi dan harapan. Apakah aku juga??

Jawabnya Ya. Aku juga. Kadang lupa untuk bersyukur.. menyesali sesuatu yang seharusnya tak perlu disesali. Terkadang mencari kambing hitam untuk menyalahkan keadaan yang tak perlu disalahkan. Maafkan aku.. karena memang aku bukan orang yang sempurna. Maafkan aku..

Aku hanyalah seorang awam, masih harus banyak belajar. Bantulah aku teman.. bimbinglah aku Tuhan..

Karena memang, aku hanyalah seorang awam dan masih harus banyak belajar..



29 Juni 2009