30 Juni 2010

Biola Usang


Biola coklat itu telah tua dimakan usia

Tak terjamah, tak tersentuh

Tak tergesek, tak terdengar lagi

Nada dan irama

***


26 Juni 2010

Kembali ke Pangkuan Bumi




Dedaunan itu akhirnya kembali kepangkuan bumi, berderai, melayang, mengangkasa lalu jatuh. Jatuh kembali kepangkuan bumi. Tibalah sekarang saatnya berpesta pora bagi cacing-cacing yang biasa berdiam dalam kelembapan. Jatahnya telah tiba. Kini saatnya mereka yang berkuasa. Dulu cacing-cacing itu hanya mampu menatap dari lobang-lobang kecil tak beratap. Menunggu agak sehelai dedaun lepas dari tangkai, tertarik gravitasi lalu jatuh ke bumi. Karena itu artinya dedaun itu akan menjadi milik mereka, walau sepenuhnya dedaun itu bukan milik mereka.

Tak ada lagi yang bisa dibanggakan si dedaun, hanya beberapa saat saja ia berada di puncak tertinggi. Tak ada lagi yang bisa dicongkakannya, apalagi yang mau disombongkannya. Dirinya bukan miliknya. Pohon ternyata hanyalah tempatnya menumpang sementara. Ranting hanyalah tempatnya bersandar sementara. Pada akhirnya dedaun akan kembali lagi kepangkuan bumi.


Walaupun sesaat, sejenak angin bermurah hati membuatnya melayang, membumbung tinggi mengangkasa. Namun akhirnya kembali juga kepangkuan bumi. Seerat apapun ranting mencengkramnya, sekuat apapun dahan menahannya, dan sehebat apapun pohon menopangnya. Tak akan ada arti, saat bumi memanggilnya untuk kembali. Kembali ke pangkuan bumi.


***


21 Juni 2010

Pencarian Makna dalam Sebuah Siklus


Lahir, tumbuh, menjadi kanak-kanak, remaja, dewasa, menua lalu mati. Namun ada juga yang begini, lahir, tumbuh menjadi kanak-kanak, tapi sebelum remaja dan menjadi dewasa. Ia mati. Mati karena memang sudah menjadi kehendak-Nya. Atau mati karena ada yang tak menginginkan kelahirannya. Sebuah kebodohan menentang takdirkah.

Tapi ternyata inilah sebuah siklus. Perputaran akan satu roda kehidupan. Walau tak bisa dipungkiri, ada kala saat hati bertanya. Mencari-cari akan sebuah makna. Apa makna dibalik semua ini? setelah dapat jawabnya. Apa yang kemudian terbersit dalam hati kemudian mengalir dalam fikir. Aliran hangat tak terbanding. Memenuhi dinginnya setiap rongga demi rongga kekosongan dalam jiwa. Hingga pada akhirnya tak ingin lagi aliran ini lepas, terputus lagi karena kealfaan. Terlupakan lagi karena kesilauan.

Hanya inginkan ini. Hasbunallah...


***



05 Juni 2010

Khayalan si Penghayal


Jikalau seumpama andaikan saya jadi ... saya akan ...
Andaikata jikalau seumpama saya punya ... saya akan ...
Seumpama Andaikata jikalau saya bisa ... saya akan...

Andaikata jikalau seumpama ...

***


02 Juni 2010

Apa yang kau tahu tentang Cinta


Apa yang kau tahu tentang cinta
Rasa bergelora di dada, ataukah rindu yang membara

Untuk siapa??

Untuk dia, dia atau DIA


Coba, tanya lagi hatimu


***